back to top
Senin, 3 Agustus 2026

Merdeka Copper Gold Perbarui Estimasi Sumber Daya Gua Macan Menjadi 276 Juta Ton

Kegiatan

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memperbarui Estimasi Sumber Daya Mineral (Mineral Resource Estimate/MRE) untuk Proyek Porfiri Tembaga-Emas Gua Macan di kawasan mineral Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timur. Berdasarkan pembaruan tersebut, sumber daya mineral proyek kini mencapai 276 juta ton dengan kadar rata-rata 0,23 gram emas per ton dan 0,16% tembaga, yang mengandung sekitar 2,0 juta ons emas dan 430 ribu ton tembaga. Angka tersebut meningkat sekitar 70 juta ton atau 25% dibandingkan estimasi yang diumumkan pada Desember 2025. Informasi ini telah dikonfirmasi secara konsisten dalam siaran pers resmi perusahaan dan pemberitaan sejumlah media.

Gua Macan merupakan endapan yang ditemukan melalui kegiatan eksplorasi internal Merdeka dan berada di dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Bumi Suksesindo (BSI), yang dimiliki sepenuhnya oleh Grup Merdeka melalui entitas anak usahanya. Perseroan menyatakan pembaruan MRE tersebut semakin memperkuat posisi Gua Macan sebagai bagian dari portofolio pertumbuhan jangka panjang tembaga dan emas, sekaligus mendukung evaluasi peluang pengembangan tambang terbuka (open pit) di masa mendatang.

Selain peningkatan tonase, kualitas sumber daya juga mengalami perbaikan. Sumber daya berkategori Indicated meningkat hampir dua kali lipat menjadi 217 juta ton dari sebelumnya 112 juta ton, yang didukung oleh tambahan 26 lubang pengeboran (diamond drill) serta penyempurnaan model geologi. Perseroan juga menyebut sistem mineralisasi Gua Macan masih terbuka ke arah kedalaman (open at depth), sehingga masih memiliki potensi pertumbuhan sumber daya melalui eksplorasi lanjutan.

Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro, mengatakan pembaruan tersebut merupakan hasil dari strategi eksplorasi yang dikembangkan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyatakan, “Pembaruan Estimasi Sumber Daya Mineral Gua Macan merupakan tonggak penting lainnya bagi Merdeka dan mencerminkan nilai dari strategi eksplorasi yang kami jalankan. Berawal dari target eksplorasi yang dikembangkan secara internal pada 2023, Gua Macan kini telah berkembang pesat menjadi sumber daya porfiri tembaga-emas yang kaya emas dan signifikan, yang berlokasi di dekat Tambang Emas Tujuh Bukit yang saat ini telah beroperasi.”

Dalam pembaruan tersebut, zona Main Porphyry menjadi kontributor utama nilai ekonomi endapan Gua Macan. Zona ini memiliki sumber daya sekitar 110 juta ton dengan kadar rata-rata 0,36 gram emas per ton dan 0,23% tembaga, yang mengandung sekitar 1,3 juta ons emas dan 257 ribu ton tembaga. Meski hanya mencakup sekitar 40% dari total tonase sumber daya, zona tersebut menyumbang sekitar 65% kandungan emas dan 60% kandungan tembaga di seluruh endapan Gua Macan. Mineralisasi telah teridentifikasi pada area sekitar 1 kilometer × 1 kilometer dengan kedalaman pengeboran mencapai sekitar 600 meter.

Perseroan juga memperbarui model Net Smelter Return (NSR), yang menunjukkan material bernilai ekonomi tertinggi terkonsentrasi pada inti mineralisasi Main Porphyry yang relatif lebih dangkal dan berkesinambungan. Ke depan, perusahaan berencana melakukan pengujian variabilitas metalurgi untuk mengevaluasi peluang peningkatan tingkat perolehan logam (recovery) sebagai bagian dari studi rekayasa lanjutan. Estimasi sumber daya terbaru telah diklasifikasikan ke dalam kategori Indicated dan Inferred sesuai JORC Code 2012 dan Kode KCMI 2017, dengan batas bawah NSR sebesar US$8 per ton yang menunjukkan prospek memadai untuk ditambang secara ekonomis.

Albert menambahkan, “Gua Macan menjadi bukti kemampuan Merdeka dalam menciptakan nilai melalui eksplorasi. Pertumbuhan sumber daya yang berkelanjutan, didukung oleh kedekatannya dengan infrastruktur eksisting serta berbagai studi teknis yang terus berjalan, semakin memperkuat posisi proyek ini sebagai salah satu pendorong pertumbuhan jangka panjang yang penting dalam portofolio tembaga dan emas Merdeka.” Ia juga menegaskan bahwa pengembangan proyek akan dilakukan melalui perencanaan yang bertanggung jawab, dialog yang transparan dengan masyarakat, serta komitmen menciptakan nilai bersama dalam jangka panjang.

Eksplorasi yang Berhasil Memperkuat Prospek Industri Mineral Nasional

Pembaruan estimasi sumber daya mineral Gua Macan menjadi sinyal positif bagi prospek industri pertambangan nasional. Peningkatan sumber daya menunjukkan bahwa kegiatan eksplorasi yang dilakukan secara sistematis mampu menghasilkan temuan bernilai ekonomi sekaligus memperkuat portofolio aset perusahaan. Di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap mineral strategis, khususnya tembaga sebagai komponen penting jaringan listrik, kendaraan listrik, dan energi terbarukan, keberhasilan eksplorasi menjadi modal awal yang semakin penting untuk menjaga daya saing Indonesia sebagai negara penghasil mineral.

Lebih dari sekadar penambahan angka sumber daya, capaian ini mencerminkan pentingnya investasi berkelanjutan pada kegiatan eksplorasi. Selama beberapa tahun terakhir, perhatian industri cenderung lebih banyak tertuju pada hilirisasi dan pembangunan fasilitas pengolahan. Padahal, tanpa keberhasilan menemukan dan meningkatkan sumber daya baru, keberlanjutan pasokan bahan baku dalam jangka panjang dapat terancam. Karena itu, eksplorasi perlu dipandang sebagai mata rantai strategis yang menopang seluruh ekosistem industri pertambangan dan hilirisasi nasional.

Meski demikian, peningkatan estimasi sumber daya belum otomatis menjamin lahirnya tambang baru. Tantangan berikutnya adalah mengubah potensi geologi menjadi proyek yang layak secara teknis, ekonomis, lingkungan, dan sosial. Seluruh tahapan, mulai dari studi kelayakan, pengujian metalurgi, perizinan, hingga kepastian investasi, akan menentukan apakah sumber daya tersebut dapat dikonversi menjadi cadangan dan akhirnya berproduksi secara komersial. Tanpa proses tersebut, nilai ekonomi yang terkandung dalam sumber daya masih bersifat potensial.

Apabila pengembangan proyek dapat berjalan sesuai rencana, Gua Macan berpotensi menjadi salah satu contoh keberhasilan eksplorasi yang menciptakan nilai tambah bagi industri mineral Indonesia. Selain memperpanjang umur portofolio aset pertambangan, proyek semacam ini juga dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap potensi eksplorasi domestik dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok mineral strategis di tengah transformasi energi global. Dengan demikian, eksplorasi tidak hanya menjadi aktivitas pencarian sumber daya, tetapi juga fondasi bagi keberlanjutan industri pertambangan nasional.

sumber: CNBC Indonesia, Merdeka Copper Gold, Kontan

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Populer

Setahun Tiga Angka Nikel: RKAB 270 Juta Ton, Target 209 Juta Ton, Realita PHK di Daerah

Dalam tempo kurang dari dua bulan, kebijakan produksi nikel Indonesia untuk 2026 bergeser dari sinyal awal menjadi keputusan resmi....
- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img