back to top
Sabtu, 6 Juni 2026

Manfaatkan Energi Surya, PLN Aliri Listrik 24 Jam ke 13 Kampung di Raja Ampat

Kegiatan

Sorong — PT PLN mengoperasikan 10 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang tersebar di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, untuk menerangi 13 kampung yang sebelumnya belum teraliri listrik. Pembangkit berbasis energi terbarukan ini melistriki 887 pelanggan rumah tangga dengan total kapasitas terpasang 710 kiloWatt-peak (kWp). Untuk merealisasikan proyek tersebut, PLN menggelontorkan investasi senilai Rp45 miliar.

Ke-13 kampung yang kini menikmati listrik adalah Solol, Bianci, Beo, Kalitoko, Wejim Timur, Wejim Barat, Satukurano, Atkari, Limalas Timur, Limalas Barat, Kayerepop, Kapatcol, dan Aduwey. Listrik di seluruh kampung dinyalakan penuh selama 24 jam, dengan daya terpasang di setiap rumah warga sebesar 900 VA. PLN menyebut kapasitas pembangkit sengaja disiapkan relatif besar sebagai antisipasi bila ke depan terdapat pembangunan di kampung-kampung tersebut, sehingga masyarakat maupun pemerintah dapat menaikkan daya di atas 900 VA.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN, Agung Murdifi, menjelaskan kehadiran listrik di Raja Ampat diharapkan mendorong perekonomian dan produktivitas masyarakat setempat. “Ini merupakan komitmen PLN dalam menerangi kampung yang belum teraliri listrik di Wilayah Sorong, Papua Barat, dengan mengoptimalkan potensi energi baru dan terbarukan yang tersedia, yakni matahari. Kelistrikan di 13 Kampung tersebut langsung dinyalakan selama 24 jam, sehingga masyarakat dapat menikmati listrik untuk mengoptimalkan aktifitasnya sehari-hari,” ujarnya. Ia menambahkan, “Kami berkomitmen dengan semangat untuk terus menerangi negeri terutama melistriki kampung-kampung yang belum berlistrik untuk mendukung perkembangan perekonomian daerah dan menyukseskan Papua Terang.”

Sistem yang dibangun memanfaatkan PLTS terpusat yang dilengkapi penyimpanan baterai. Salah satu unit, misalnya, berkapasitas 110 kWp dengan kapasitas baterai 576 kWh — cadangan yang memungkinkan pasokan listrik tetap menyala 24 jam.

Langkah ini melanjutkan upaya elektrifikasi yang telah dilakukan PLN di wilayah yang sama. Pada 2020, PLN sudah mengalirkan listrik ke sejumlah kampung lain di Raja Ampat menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Hingga 2021, jumlah kampung berlistrik di kabupaten tersebut tercatat sebanyak 67 kampung.

Proses pembangunan hingga pengoperasian PLTS dirampungkan dalam waktu kurang dari dua bulan, meski durasi pengerjaan tiap kampung berbeda akibat tantangan geografis. Di kampung yang tidak memiliki dermaga, kapal Papua Terang milik PLN terpaksa berlabuh jauh dari tepi pantai, sehingga tim, material, dan peralatan kerja diturunkan secara bertahap menggunakan speedboat kecil milik penduduk setempat. Dalam rangkaian peresmian, PLN juga menggelar demo memasak dengan kompor induksi untuk memperkenalkan konsep Electrifying Lifestyle, yakni penggunaan peralatan elektrik dalam keseharian.

Peresmian di lapangan turut dihadiri Manager PLN UP3 Sorong, Martha Adi Nugraha, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat. Pihak pemkab menyampaikan apresiasi atas hadirnya layanan listrik dan mengimbau masyarakat menjaga aset pembangkit yang telah dibangun.

Bukti Komitmen Elektrifikasi Daerah Terpencil

Capaian PLN di Raja Ampat layak diapresiasi sebagai bukti nyata komitmen menjangkau wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal. Menyalakan listrik di 13 kampung yang tersebar di salah satu gugusan kepulauan tersulit secara geografis di Indonesia — sebagian bahkan tanpa dermaga, sehingga material harus diangkut bertahap dengan speedboat warga — bukan pekerjaan ringan, dan PLN menuntaskannya dalam waktu kurang dari dua bulan. Pilihan tenaga surya berpenyimpanan baterai alih-alih diesel menunjukkan keselarasan dengan agenda energi bersih, sekaligus membebaskan warga dari ketergantungan pasokan BBM yang mahal dan kerap tersendat di wilayah kepulauan.

Yang membuat capaian ini lebih dari sekadar seremoni adalah dimensi keadilan energinya. Listrik 24 jam dan daya 900 VA per rumah membuka ruang bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan dasar yang selama ini dibatasi oleh gelap, sementara cadangan baterai yang dirancang berlipat dari beban harian memberi bantalan keandalan yang nyata. Pengenalan kompor induksi lewat demo Electrifying Lifestyle memperlihatkan visi yang melampaui sekadar “menyalakan lampu” — yaitu menggeser pola hidup warga ke pemanfaatan energi yang lebih bersih. Sisi yang dipertaruhkan dari sudut pandang ini adalah keberlanjutan: narasi keberhasilan akan benar-benar kokoh bila ditopang komitmen pemeliharaan jangka panjang, termasuk penggantian baterai dan kesiapan SDM lokal, sehingga listrik yang baru menyala tidak kembali padam beberapa tahun kemudian. Imbauan pemkab agar masyarakat menjaga aset pembangkit menjadi sinyal awal yang baik, tetapi tanggung jawab utama perawatan tetap berada di tangan PLN. Inilah pekerjaan rumah yang perlu dikawal agar apresiasi hari ini tidak berbalik menjadi kekecewaan di kemudian hari.

Sumber: ruangenergi.com; Katadata.co.id

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Populer

Baja “Ingat Bentuk” untuk Beton: Kapan Tahan, Kapan Rentan

Pusat Riset Metalurgi BRIN merampungkan pengujian ketahanan korosi shape memory alloy steel — baja yang bisa "mengingat" dan kembali...
- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img