back to top
Sabtu, 16 Mei 2026

Logam Tanah Jarang Dari Hulu ke Hilir oleh Prof. Dr. Efendi Mabruri, S.T.,M.T.

Kegiatan
MEMNU
MEMNU
Organisasi Profesi


Pertemuan ini berfokus pada logam tanah jarang (REM) dan signifikansinya di sektor energi dan mineral Indonesia. Profesor Efendi dari BRIN menyajikan gambaran mendalam tentang REM, termasuk aplikasi mereka, metode pemrosesan, dan tantangan dalam mengembangkan industri domestik. Dia menyoroti potensi cadangan Indonesia dan kebutuhan akan kemajuan teknologi dan dukungan kebijakan untuk membangun industri REM yang berkelanjutan. Diskusi ini menyentuh upaya penelitian saat ini, peluang kolaborasi, dan pentingnya teknologi hijau dalam memproses REM. Pakar industri Rudi berbagi pengalamannya mengembangkan teknologi plasma dan inovasi terkait hidrogen, menekankan potensi kemandirian dalam produksi energi. Percakapan berakhir dengan panggilan untuk koordinasi yang lebih besar antara pemerintah, industri, dan peneliti untuk mengatasi implikasi geopolitik dari REM dan menumbuhkan ketahanan nasional.

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Populer

Baja “Ingat Bentuk” untuk Beton: Kapan Tahan, Kapan Rentan

Pusat Riset Metalurgi BRIN merampungkan pengujian ketahanan korosi shape memory alloy steel — baja yang bisa "mengingat" dan kembali...
- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

- Advertisement -spot_img